Feeds:
Tulisan
Komentar

Pendidikan anak di Indonesia harus mulai bergeser ke arah pendidikan yang menuju pembangunan karakter. Mengapa pendidikan karakter perlu di didik sejak dini ?

  1. Karena pendidikan karakter merupakan bahan baku dalam menentukan keberhasilan anak. Jika bahan baku baik tidak mustahil akan menghasilakan anak yang cerdas dan terampil.
  2. Dengan karakter yang baik, maka seorang anak tidak perlu disuruh untuk belajar dan berlatih, karena ia telah memiliki karakter yang baik. Yaitu rasa tanggung jawab untuk menuju keberhasilan.
  3. Pendidikan karakter hasilnya tidak langsung kita lihat, namun dapat kita rasakan perubahannya untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Hasil pendidikan karakter mempengaruhi pendidikan lainnya.
  4. Pendidikan karakter memerlukan waktu yang cukup panjang dalam pendidikannya.
  5. Tidak ada nilai 0 sampai dengan 100 untuk menilai sebuah karakter anak.
  6. Kekurangan dalam aspek pendidikan intelektual dalam hal ini pengetahuan, seorang anak akan dengan mudah mencari sebuah jawaban atas soal yang dikerjakannya di google dll. Namun untuk kekurangan aspek karakter seorang anak harus dididik sejak awal dengan waktu yang lama. Tidak ada jawaban atas persoalan karakter anak. Solusinya cuma pendidikan karakter itu sendiri.
  7. Dalam dunia kerja tidak ditanyakan masalah pelajaran seperti nama ibu kota, nama anggota badan hewan dan fungsinya, nama makanan khas daerah. Semua itu akan anak dapatkan dengan mudah ketika anak sukses yaitu dengan langsung mendatangi dan bersentuhan langsung dengan hal hal tersebut. Namun di dunia kerja yang diutamakan adalah tanggungjawab dan disiplin yang keduanya adalah mata pelajaran dalam pendidikan karakter. Jadi untuk dapat sukses di dunia kerja seseorang wajib memiliki kedua karakter tersebut walau tidak memiliki pengetahuan tentang dunia dan seisinya.

 

Pelaksanaan Bimtek Semiloka

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah pada bulan September tahun 2015 kembali mengadakan SEMILOKA BIMTEK PENILAIAN KURIKULUM SD TINGKAT PROVINSI REGIONAL I  TAHUN 2015. Guru-guru yang menerapkan Kurikulum 2013 dari berbagai penjuru tanah air dipanggil guna membahas Panduan Penilaian Kurikulum 2013. Pada pertemuan tersebut terdapat beberapa kesimpulan yang mendasar mengenai Penilaian di Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut :

  1. Pada penilaian sikap KI-1 dan KI-2 tidak lagi menggunakan angka sebagai tolak ukur penilaian sikap siswa. Melainkan langsung menggunakan deskripsi. Proses penilaian sehari-hari menggunakan Catatan Guru dan Lembar Observasi. Seperti : Ketika melihat siswa membuang sampah sembarangan maka guru akan langsung menuliskan pada lembar catatan guru bahwa …. membuang sampah sembarangan. Sikap tersebut tidak dinilai menggunakan Angka 1,2,3, atau 4. Sehingga pada penilaian akhir tidak lagi ada nilai Modus dari penilaian sikap.
  2. Penilaian KI-3 dan KI-4 pada Ulangan harian tidak harus setiap satu Sub Tema selesai. Yang penting UH untuk mengevaluasi KD pada Muatan Pelajaran tersebut.
  3. Pada Raport KI-1 dan KI-2 pada poin yang kurang menggunakan deskripsi Perlu bimbingan.
  4. Pada Raport KI-3 dan KI-4 akan terdapat kolom Nilai, Predikat, dan Deskripsi KD positif dan KD negatif.
  5. Berikut Perubahan Rentang Nilai Predikat pada Penilaian : Predikat A =  86-100, B =  71-85, C=  56-70,             D = ≤ 55
  6. KKM adalah minimal 60. Sekolah mempunyai hak untuk meningkatkan.
  7. Sekolah melaksanakan UTK ( Ujian Tingkat Kompetensi ) yang dilaksanakan pada akhir kelas 2 dan kelas 4 dengan muata pelajaran yang diujikan adalah Matematika dan Bahasa Indonesia.
  8. UNDUH : PANDUAN TEHNIS PENILAIAN

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat, dan mohon maaf jika ada kekeliruan.

Anak-anak kelas V ini ada buku siswa yang dapat kalian unduh guna membantu belajar.

Terus semangat belajarnya ya !!!!

BUKU SISWA TEMA 1
BUKU SISWA TEMA 2
BUKU SISWA TEMA 3
BUKU SISWA TEMA 4
BUKU SISWA TEMA 5

Tahun Pelajaran 2014/2015 pemerintah secara serempak memberlakukan kurukulum 2013 ke semua jenjang kelas kecuali kelas 3 dan 6 sekolah dasar. Guru -guru telah melaksanakan workshop, pelatihan kurikulum baru tersebut.

Berikut ini kami mencoba membuat berbagai perangkat pembelajaran Kurikulum 2013  untuk kelas yang tengah melaksanakan Kurikulum 2013.

Penilaian yang coba kami share adalah penilaian yang disusun Oleh Kepala Sekolah          SD N 1 Wonosobo, Beliau adalah NURUL HIDAYATI,S.Pd.MM.Pd. Dalam Implementasi Kurikulum 2013 beliau menjadi Instruktur Nasional yang telah menjadi nasarumber di berbagai pelatihan tingkat  provinsi.

1. NILAI PENGETAHUAN
2. NILAI KETRAMPILAN

3. NILAI SIKAP

4. FORM NILAI PENGETAHUAN

Password yang digunakan untuk membuka masing-masing sheet adalah sd1wonosobo.

Semoga  bermanfaat.

Cobaan Untuk Indonesiaku

        Belum kering banjir di pantura Jawa, belum kering air mata pengungsi Gunung Sinabung, kini air mata Indonesiaku kembali tertetes di Jawa Timur, penduduk di lereng gunung Kelud Jawa Timur harus menghadapi letusan Gunung yang pernah meletus terakhir pada tahun 1990 ini. Tepatnya hari Kamis, 13 Februari 2014 pukul 22.55 Gunung Kelud kembali meletus yang suara gemuruhnya terdengar sampai di wilayah Jawa Tengah seperti Sragen dan Daerah Istimewa Yogyakarta. DSC02104Sekitar pukul 04.00 hujan abu vulkanik akibat dari letusan gunung Kelud sampai di Kabupaten Wonosobo. Ketebalan Abu Vulkanik yang dihasilkan oleh gunung Kelud ini lebih tebal dari yang dihasilkan oleh letusan Gunung Merapi pada tahun 2010. Masyarakat yang akan beraktivitas seperti berangkat kerja, sekolah dihimbau menggunakan masker. Siswa sekolah dipulangkan karena sampai pukul 07.00 WIB hujan abu vulkanik yang ada belum juga reda. Semoga Masyarakat Indonesia tetap dalam satu tekad, satu nasib, Tuhan memberikan semua ini pasti ada maksud, entah memang suatu musibah, atau peringatan bagi Masyarakat Indonesia agar lebih ramah terhadap sesama ciptaan Tuhan.

Pemerintah kembali menjalankan kewajibannya dengan melakukan pelatihan guru sasaran kurikulum 2013 di wilayah Jawa Tengah yang terbagi di beberapa tempat. Pelatihan dilaksanakan selama 4 hari mulai dari tanggal 4 Desember 2013 s.d. 7 Desember 2013. Dalam pelatihan tersebut guru sasaran mendapat pembekalan dari Narasumber  yaitu :
1. S. Slamet,S.Pd adalah guru inti dari SD N Pedurungan 02 Kab. Pemalang
2. Sri Hartati,S.Pd adalah guru inti dari SD N Kutosari
3. Rita Retnosari, S.Pd adalah guru inti dari SD N 1 Kebumen

Beliau bertiga memberikan materi kepada guru sasaran berupa :
1. Penilaian Kurikulum 2013
2. Raport Kurikulum 2013
3. Penyusunan RPP dengan Format Terbaru.
4. Analisis Buku Guru dan Buku Siswa Kelas 4 Semester 2

Berikut ini adalah para peserta dan Narasumber Pelatihan Kurikulum 2013 Semester 2

PESERTA DAN NARASUMBER PELATIHAN KURIKULUM 2013 SEMESTER 2 DI HOTEL GRANDARTOS       (Dari Kiri Rita Retnosari, S.Pd, IS Slamet,S.Pd, dan Sri Hartati,S.Pd)

Berikut kami sampaikan laporan pendampingan guru sasaran Implementasi Kurikulum 2013:

LAPORAN PENDAMPINGAN